Informasi

Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Web Learning Rizki, S.Si., M.P.

Informasi Terbaru

Kandungan Gizi Jamur Tiram

Rizki dan Juita Roseta Sari

Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflamin lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan lain. Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi mempunyai kandungan sebagai berikut: 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80mg/l, Fe 2mg dan Zn 0,2mg (Suriawiria, 2004).

Media Tumbuh Jamur Tiram

Rizki dan Juita Roseta Sari

Secara tradisional di Jepang bibit ditanam di lubang atau garisan di kayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga listrik atau sinar matahari. Dalam budi daya modern, media tumbuh yang digunakan berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder (Meina, 2007).

Syarat Umum Tumbuh Jamur Tiram

Rizki dan Juita Roseta Sari

Menurut Meina (2007), Faktor lingkungan mempunyai hubungan dengan keperluan nutrisi bagi pertumbuhan jamur. Faktor lingkungan tersebut adalah, iklim, kelembaban, cahaya, udara, pH.

a. Iklim

Serat (misellium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-280 C, artinya kisaran temperatur normal untuk pertumbuhannya. Walaupun begitu, dengan temperatur dibawah 230C, misalnya antara 19-210C misellium jamur masih dapat tumbuh meskipun memerlukan waktu yang lebih lambat.

Klasifikasi dan Morfologi Jamur Tiram Putih

Rizki dan Juita Roseta Sari

Klasifikasi jamur tiram menurut Widodo (2007) adalah: Kingdom: Mycetea (fungi) ; Divisio: Amastigomycota ; sub divisio : Basidiomycotae ; Classis Basidiomycetes ; Ordo :Agaricales ; Familia : Agariceae ; Genus: Pleurotus ; Species: Pleurotus ostreatus.

Hormon Pertumbuhan, Auksin, Giberellin dan Sitokinin

Rizki dan Juita Roseta Sari

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dikendalikan oleh substansi kimia yang konsentrasinya sangat rendah, yang disebut substansi pertumbuhan tanaman, hormon pertumbuhan fitohormon, atau pengatur pertumbuhan tanaman (plant growth regulators). Istilah hormon berasal dari fisiologi hewan, yang berarti suatu substansi yang disintesis dalam suatu organ yang pada gilirannya merangsang terjadinya respon pada organ yang lain (Franklin, 1991).

Web Learning