Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Pendaftran Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2014

Pertamina bersama Universitas Indonesia dan didukung oleh Perguruan Tinggi di seluruh propinsi di Indonesia akan menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina yang ketujuh kalinya. OSN PERTAMINA merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi para mahasiswa dari PTN/ PTS di seluruh Indonesia dan menjadi wadah generasi muda mengekspresikan diri, menampilkan karya cipta, serta mengukir prestasi. Kompetisi ini telah berlangsung setiap tahun dan diselenggarakan berturut-turut sejak tahun 2008.

Tumbuhan Mangrove yang dapat digunakan sebagai bahan untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit

Rizki, Tuti Milda Sari, Irma Leilani
khi_bio@yahoo.com

Bunga Achantus ilicifolius




Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat penting pada kawasan pesisir pantai. selain untuk menjaga kawasan pesisir dari abrasi juga bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis biota. berbagai jenis flora pada hutan mangrove ini memiliki khasiat yang dapat digunakan sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Mei 2012 dengan pengamatan langsung di lapangan dan melakukan koleksi langsung terhadap semua jenis tumbuhan mangrove yang bermanfaat bagi masyarakat, serta melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar. 

Dari hasil penelitian didapatkan 9 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat antara lain Cerbera manghas (Apocynaceae), Achantus ilicifolius (Achantaceae), Nypa fructicans (Arecaceae) Flagellaria indica (Flagellariaceae), Lepturus repens (Graminae), Hibiscus tiliaceus (Malvaceae), Melastoma candidum (Melastomataceae) Asplenium nidus (Aspleniaceae), Acrostichum speciosum (Pteridaceae).



Kata Kunci: Mangrove, Tumbuhan Obat, Etnobotani

Potensi Tumbuhan Mangrove Sebagai Sumber Bahan Makanan

Sonneratia caseolaris
oleh: Lucy Putri dan Rizki

Mangrove merupakan tipe vegetasi yang khas terdapat di daerah pantai tropis. Dan juga merupakan tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam (Onrizal, 2008). Negara Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan mangrove (hutan bakau) terbesar di dunia, yaitu mencapai 8.60 juta hektar (Gunarto, 2004).

  

Studi Morfologi Organ Vegetatif Karamunting Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk

Rizki* dan Ganda Hijrah Selaras**

*Staf pengajar Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat
**Program Pascasarjana Pendidikan Biologi Universitas Negeri Padang

Rhodomyrtus tomentosa
Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk. merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh liar. Tumbuhan ini memiliki 2 varietas, yaitu: tomentosa dan parviflora. R. tomentosa (Ait.) Hassk. yang diamati merupakan varietas tomentosa, sehingga namanya adalah R. tomentosa var. tomentosa dengan sinonim Myrtus canescens Lour. Pengamatan ini bertujuan untuk melihat struktur morfologi organ vegetatif karamunting yang tumbuh di Lubuk Minturun Padang.

EFEKTIFITAS BEBERAPA JENIS DAUN JERUK TERHADAP PERTUMBUHAN Sitophilus oryzae L. PADA BERAS (Oryza sativa L.)

Silvia Desti*, Armein Lusi** dan Rizki**

Program Studi Pendidikan Biologi 
STKIP PGRI Sumatera Barat

email:khi_bio@yahoo.com
web: www.rizkibio.com 

ABSTRAK

Beras adalah makanan pokok Indonesia. Beras yang disimpan di gudang dapat mengalami kerusakan dan menurunkan kualitas produk yang disimpan. Kerusakan terbesar disebabkan oleh serangan dari hama gudang. Salah satu hama gudang adalah Sitophilus oryzae L. (kumbang beras). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian beberapa jenis daun jeruk terhadap pertumbuhan  Sitophilus oryzae L. pada beras. Pene

Kadar Bioetanol Umbi Talas (Colocasia esculenta (L). Schott ) yang Difermentasikan dengan Konsentrasi Ragi yang Berbeda

Rizki, Gustina Indriati dan Helvi Sari

Prodi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Padang Sumatera Barat
Jl. Gajah Mada, Gunung Pangilun Padang

Email: khi_bio@yahoo.com
Webblog: http://www.rizkibio.com

ABSTRAK

Etanol dapat dibuat melalui proses fermentasi bahan yang mengandung karbohidrat. Umbi talas memiliki komposisi karbohidrat yang cukup tinggi. Sehubungan dengan itu maka dilakukanlah penelitian tentang kadar alkohol umbi talas (Colocasia esculenta (L). Schott) yang difermentasikan dengan konsentrasi ragi yang berbeda. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar alkohol. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium  Kimia Kopertis Wilayah X Padang pada Juli 2010. Penelitian ini menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan. Perlakuan A (konsentrasi ragi 1,25 g/500 g), B (konsentrasi ragi 2,5 g/500 g), C (konsentrasi ragi 3,25 g/500 g) dan D (konsentrasi ragi 5 g/500 g). Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ragi yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak nyata pada fermentasi umbi talas (Colocasia esculenta (L). Schott). Kosentrasi alkohol tertinggi pada perlakuan D, dengan konsentrasi ragi 5 gram per 500 gram bahan yaitu 20,15%

Kata Kunci: Bioetanol, Umbi Talas, Fermentasi dan Ragi

full text: khi_bio@yahoo.com

KEANEKARAGAMAN TANAMAN Begonia cucullata Willd YANG DIINDUKSI DENGAN ETHYLMETHANE SULFONATE (EMS) BERDASARKAN VARIASI POLA PITA PROTEIN

Rizki,  Andy Soegianto1),  Estri Laras Arumingtyas2)

1)    Agricultural Faculty, Brawijaya University
2)    Biology, Faculty of Science, Brawijaya University

e-mail: khi_bio@yahoo.com
Web: http://:www.rizkibio.com

Abstract


Begonia cucullata is a herb plant, with erect stem, with no rhizome. Begonia used to become gardening plant, but its still has low phenotype variation. In order to increase plant variation and diversity may carried out with plant mutation. One of mutagen that can be used is Ethylmethane sulfonate. The aim of this research is to obtain new variation of B. cucullata and expected we can increase gardening plant variation in Indonesia. This research conducted using combination of EMS concentration variation (0.01%, 0.03%, and 0.05%) and length of soaking variation (4, 8, and 12 hours). Combination of concentration variation and length of soaking will replicated 5 times. This research has total 45 total samples and 3 controls. 

Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning