Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Biologi Tanaman Jagung (Zea mays)


Jagung merupakan tanaman semusim berumur pendek, Jagung pertama kali di kenal di Indonesia pada abad III yang dibawa oleh Portugis dan Spanyol (Rukmana, 1997). Tanaman jagung termasuk Kingdom Plantae, Divisio Spermatophyta, Subdivisio Angiospermae, Classis Monocotyledoneae, Ordo Poales (Glumiflorae), Familia Poaceae (Gramineae), Genus Zea, Species Zea mays L.
Tanaman jagung bisa tumbuh hampir di seluruh dunia, yang terletak antara 50° LU-40°LS. Jagung termasuk bahan pangan penting karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, jagung dijadikan sebagai bahan pangan utama, jagung juga dikenal sebagai salah satu bahan pakan ternak dan indusri. (Purwono dan Hartono, 2010).

Jagung merupakan tanaman berumah satu (monoseus) yaitu bunga jantan dengan bunga betina berada dalam satu pohon. Bunga jantan berada pada ujung batang sedangkan bunga betina berada diketiak daun. Batang tanaman jagung beruas-ruas, dan pada bagian pangkal batang beruas cukup pendek. Pada umumnya ruas tanaman jagung setiap tanaman jagung berkisar 10-40 ruas, sehingga tinggi tanaman jagung juga dapat bervariasi. Rata-rata tanaman jagung memiliki tinggi 1-2 meter (Rukmana, 1997).

Tanaman jagung memiliki daun yang berbentuk pita atau garis dengan ibu tulang daun terletak dibagian tengah. Tangkai daun berfungsi sebagai pelepah untuk membungkus batang tanaman. Jumlah daun tanaman jagung berkisar anatara 10-20 helai setiap batangnya. Panjang daun 30-45 cm dan lebarnya 5-10 cm. Daun jagung mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan tanaman terutama berpengaruh dalam penentuan produksi. Tanaman jagung memiliki 4 bagian akar yaitu akar utama, akar cabang, akar lateral dan akar rambut. Sistem perakaran tersebut berfungsi sebagai alat untuk mengisap air serta garam-garam yang dapat dalam tanah, mengeluarkan zat organik serta senyawa yang tidak diperlukan dan alat pernafasan. (Rukmana, 1997)

Tanaman jagung dapat tumbuh hampir disemua jenis tanah, Jagung akan lebih baik pada tanah yang subur, gembur dan kaya akan humus serta aerasi dan drainase yang baik. Pada tanah yang memiliki kandungan debu yang banyak mengandung hara dan humus merupakan tanah yang baik untuk tanaman jagung. Tanah pegunungan yang hitam karena kaya akan bahan organik dan berdebu yang dikenal dengan tanah andosol, karena sangat baik untuk pertumbuhan jagung. Sedangkan pada tanah yang mengandung pasir yang tinggi, tanaman jagung masih dapat tumbuh dengan baik asal memiliki kandungan air dan hara tanaman untuk pertumbuhan (Purwono dan Hartono,2010). 

Tanaman jagung membutuhkan 13 unsur hara yang diserap melalui tanah. Unsur hara N,P dan K diperlukan dalam jumlah yang banyak dan sering kekurangan, disebut dengan unsur hara primer. Unsur hara Ca, Mg, dan S dibutuhkan dalam jumlah sedang oleh tanaman jagung, dan disebut unsur hara sekunder, Unsur hara primer dan sekunder dinamakan dengan unsur hara makro. Unsur hara Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo dan Cl diperlukan dalam jumlah yang sedikit dan disebut juga dengan unsur hara mikro. Unsur hara C,H, dan O diperoleh dari air dan udara (Syafruddin, dkk 2006)

Menurut Olson dan Sander (1988) bahwa serapan unsur hara sangat cepat terjadi selama fase vegetatif dan pengisian biji. Unsur N, dan P terus menerus diserap oleh tanaman sampai mendekati matang, sebagian besar N dan P dibawa ketitik tubuh batang, daun, dan bunga jantan lalu dialihkan ke biji. Sedangkan K sebanyak 2/3-3/4 tertinggal dibatang. Dengan demikian unsur hara N, P terangkut dari tanah melalui biji saat panen tetapi K tidak.

Pupuk anorganik merupakan pupuk yang dibuat oleh pabrik pabrik pupuk dengan meramu-ramu bahan kimia dengan kadar hara tinggi. Manfaat penggunaan pupuk anorganik dapat menambah hara atau nutrisi tanaman, namun penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat mengakibatkan pemborosan biaya, merusak kesuburan tanah, selain itu tanah akan menjadi masam, dan Tanah yang masam mengakibatkan penyerapan unsur hara tertentu menjadi terhambat (Anonimus, 2009). Petani sering sekali menggunakan pupuk anorganik untuk memupuk tanaman, Menurut Chariatma (2008) ”Penggunaan pupuk anorganik seperti NPK secara terus menerus dapat menyebabkan infisiensi pupuk dan keseimbangan hara dalam tanah juga terganggu, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan produktivitas menurun”. 

Daerah penghasil jagung di Indonesia : Jawa Timur: 15 jt ton, Jawa Tengah : 3,3 jt ton, Lampung : 2 jt ton, Sulawesi : 1,3 jt ton, Sumatera Utara : 1,2 jt ton, Jawa Barat : 700-800 rb ton, sisa lainnya (NTT, NTB, Jambi dan Gorontalo) dengan rata-rata produksi nasional 16 jt ton pertahun (Rukmana, 1997). 

Tanaman jagung (Zea mays L.) dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi (daerah pegunungan). Tanaman jagung mempunyai daya adaptasi yang cukup luas dibandingkan dengan tanaman lainnya, terutama terhadap suhu yang dikehendaki oleh tanaman jagung adalah antara 23o-27o C. Curah hujan merupakan salah satu faktor iklim yang cukup penting bagi tanaman jagung. Untuk pertumbuhan yang baik curah hujan ideal 100-200 mm perbulan (Rukmana, 1997).

Rizki dan Liza Irdaningsih
>

Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning