Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Budidaya Jagung


Menurut Rukmana, (1997) kuantitas dan kualitas produksi jagung akan optimal jika menerapkan teknik budidaya yang tepat sesuai dengan anjuran.


1. Penyiapan benih

Benih bermutu tinggi yang berasal dari varietas unggul merupakan salah satu faktor penentu untuk memperoleh kepastian hasil usaha tanaman jagung. Secara umum, mutu benih jagung yang baik dicirikan beberapa hal sebagai berikut: daya tumbuh besar, lebih dari 90%, Tidak tercampur benih / varietas lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit, sehat, tidak keriput (Purwono dan Hartono,2010) 

2. Penyiapan lahan

Penyiapan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan membajak lahan. Caranya tanah dibalikkan dengan bongkah tanah dipecahkan agar diperoleh tanah yang gembur. Dengan demikian, aerasi dalam tanah akan berlangsung dengan lancar. Untuk tanah yang keras, dicangkul atau dibajak sedalam 30 cm, lalu dihaluskan dan diratakan dengan cangkul, jarak antara tanaman jagung adalah 70 x 30 cm (Purwono dan Hartono, 2010).

3. Penanaman 

Cara penanaman jagung adalah mula-mula dibuat lubang dengan tugal sedalam 3-4 cm, selanjutnya dimasukkan benih jagung 1-2 butir per lubang dan segera ditutup dengan tanah tanpa dipadatkan. Pada tanah yang lembab kedalaman lubang tugal cukup 3 cm, (Purwono dan Hartono, 2010)

4. Pemeliharaan tanaman 

a. Penjarangan 

Banyaknya tanaman jagung yang ditanam umumnya lebih dari jumlah tanaman yang ingin dibiarkan hidup. Untuk itu, dilakukan penjarangan dengan cara tanaman dipotong pada bagian batang yang paling bawah sampai lepas, penjarangan dapat di potong dengan pisau (Purwono dan Hartono, 2010)

b. Pengairan 

Pengairan hanya dilakukan bila tidak turun hujan selama 3 hari berturut-turut. Pedoman perlu tidaknya pengairan dengan cara melihat keadaan tanah dan tanaman. Namun, menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih banyak sehingga perlu dialirkan air pada parit diantara bumbunan tanaman jagung (Purwono dan Hartono, 2010)

c. Penyiangan dan pembubunan

Rumput liar yang tumbuh disekitar jagung merupakan pesaing dalam hal kebutuhan sinar matahari, air, unsure hara. Rumput liar kadang kala menjadi tempat bersarang hama dan penyakit, rumput liar harus segera disiangi, penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari gulma. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali dengan cara mencabut dengan tangan atau dicangul. 

Pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam, penyiangan kedua dilakukan bersamaan dengan pembubunan. tanah disekitar tajuk tanaman jagung digemburkan, kemudian ditimbunkan (dibubun) pada pangkal batang tanaman sehingga membentuk guludan kecil. Tujuan pembubunan adalah memperkokoh batang tanaman jagung agar tidak mudah rebah dan merangsang pembentukan ataupun pertumbuhan akar secara leluasa (Rukmana, 1997)

5. Pemupukan

Pemupukan sangat penting diperhatikan untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman jagung. Pupuk yang diberikan secara bertahap, tahap pertama diberikan saat tanam jagung, tahap kedua diberikan pada umur 2-4 minggu, tahap ketiga yaitu tanaman telah berumur 5-6 minggu. Pupuk yang diberikan bervariasi seperti pupuk NPK, Urea, dan SP-36.

6. Panen 

Menurut Purwono dan Hartono, (2010) panen jagung dapat dibedakan menjadi 4 tingkat yaitu:

1. Masak susu

Dilakukan untuk keperluan jagung sayur, jagung ini dipanen pada umur 47-48 hari setelah tanam. Ciri-cirinya adalah biji mulai berisi seperti cairan susu, kelobotnya pada tongkol masih berwarna hijau.

2. Masak lunak

Panen masak lunak biasanya dilakukan untuk keperluan jagung rebus dan jagung bakar.Jagung ini biasanya dipanen pada umur 65-75 setelah tanam. Ciri-cirinya biji mulai keras, isinya seperti tepung basah, kelobotnya sudah berwarna kuning kehijau-hijauan .

3. Masak tua

Jagung hasil panen masak tua digunakan untuk berbagai keperluan misalnya, untuk pembuatan tepung jagung, makanan ternak.Pemanenan dilakukan pada umur 80-105 hari setelah tanam. Ciri-cirinya biji jagung tampak keras dan mengkilat, bila ditekan tidak meninggalkan bekas tekanan, kelobotnya susah berwarna agak kecoklatan.

4. Masak kering/masak mati

Hasil jagung yang dipanen pada tingkat masak kering sangat baik untuk dijadikan benih. Ciri-cirinya adalah biji sangat keras dan kering bahkan tampak lebih berkerut, kelobotnya sudah mongering dan berwana coklat.

Rizki dan Liza Irdaningsih


Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning