Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Mangrove Kerdil (Dwarf Mangrove)

Mangrove kerdil (dwarf mangrove) adalah hutan mangrove yang ditumbuhi oleh sekelompok pohon yang pendek, kanopi tipis, dan produktivitas kurang. Tinggi mangrove kerdil sekitar 1,5 m, zona transisi dicirikan oleh gradien tinggi dan kehadiran berbagai mangrove, seperti Avicennia (L.) Stearns (Avicenniaceae), dan Laguncularia racemosa (L.) Gaertn. f. (Combretaceae), yang memisahkan zona pinggiran dan kerdil. Zona pinggiran adalah pohon yang tinggi (tingginya minimal sekitar 7 m), kanopi tebal, dan produktivitas lebih dibandingkan dengan mangrove kerdil (Fang and Chou, akses 2011).

Tumbuhan mangrove berkembang di zona pasang surut, di daerah tropis dan subtropis yang ditandai dengan genangan air pasang reguler dan berfluktuasi pada salinitas. Spesies bakau dapat beradaptasi dengan baik, baik morfologi dan fisiologis, dan dapat bertahan dalam kondisi salinitas tertentu. Meskipun ekologinya dapat bertahan dalam lingkungan yang bersalinitas, tetapi kapasitas karbon, asimilasi dan pertumbuhannya berkurang di lingkungan yang mengalami kenaikan salinitas (Naidoo, 2006).

Tumbuhan di hutan mangrove terdiri dari bermacam kelompok yang telah mampu mengeksploitasi zonasi pantai. Spesies-spesies ini telah mengembangkan beberapa adaptasi fisiologis untuk mengatasi kondisi kritis karbon dioksida, salinitas, dan penggenangan pasang surut. Beberapa spesies dapat beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki kondisi garam berlebihan, tetapi beberapa spesies tidak dapat beradaptasi pada kondisi tersebut. Oleh karena itu, gabungan spesies pada salinitas atau zona semi garam di daerah pesisir sebagian ditentukan oleh toleransi spesies individu terhadap lingkungan fisik (Cheeseman dan Lovelock, 2004 dalam Fang and Chou, akses 2011).

Mangrove kerdil umumnya terdapat di daerah yang nutrisi, air tawar, dan penggenangan oleh pasang terbatas. Tetapi, Naidoo (2006) mengemukakan ketersediaan fosfor juga merupakan faktor penting dalam mangrove kerdil, khususnya karbon dioksida yang tersedia di lingkungan. Penemuan terbaru dikatakan bahwa dalam setiap spesies mangrove dapat dikerdilkan, dengan pohon-pohon umumnya memiliki ketinggian sekitar 1 meter atau kurang.

Hutan mangrove kerdil paling sering terdapat di Florida Selatan, sekitar Everglades, dimana terletak pada bagian dari rentangan kondisi fisik suboptimal, terutama di daerah transisi lebih kering (Anonimus, 2011b). Berdasarkan penelitian yang telah dillakukan oleh Naidoo (2006) di kawasan mangrove kerdil tumbuhan Avicennia marina, konsentrasi kation total tanah dan konduktivitas listrik dari ekstrak tanah jenuh lebih tinggi pada mangrove kerdil yaitu 70% dan 63%, jika dibandingkan dengan mangrove pinggiran. Konsentrasi Na+, K+, Ca2+ dan Mg2+ juga lebih tinggi dibandingkan dengan mangrove pinggiran sebesar 70%, 25%, 39% dan 97%. P Tanah merupakan elemen yang sangat rendah (sebesar 29%) pada mangrove kerdil ini. Konsentrasi dari Zn2 +, Mn2+ dan Cu2+ juga lebih tinggi di wilayah mangrove kerdil dengan masing-masing sebesar 89%, 44% dan 68%. pH tanah di kedua lokasi adalah basa, sekitar 7,63 di daerah pinggiran dan 8,39 di zona mangrove kerdil. Dan tidak ada perbedaan potensi redoks antara zona pinggiran dan mangrove kerdil.

Rizki ; Lusiana Eka Putri dan Irma Leilani

Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning