Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Mikoriza

sumber: www.good4plants.com
sumber: www.good4plants.com
Istilah mikoriza diambil dari bahasa yunani yang secara harfiah berarti jamur (mykos = miko) dan akar (rhiza), Mikoriza merupakan suatu bentuk hubungan simbiosis mutualisme antara cendawan dengan perakaran tumbuh-tumbuhan tinggi. Cendawan menyerang akar tanaman tetapi tidak bersifat parasit,
sebaliknya memberikan keuntungan pada tanaman inang (host) nya antara lain meningkatkan serapan hara tanaman. Demikian juga dengan cendawan yang dapat memperoleh makanan antara lain karbohidrat dari tanaman inangnya (Husin, 2000).

Mikoriza ada yang hidup dengan bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi, ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Jamur mikoriza berperan untuk meningkatkan ketahanan hidup bibit terhadap penyakit dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (Subra, 1994).

Mikoriza umumnya berupa spora dan potongan akar yang terinfeksi jamur dan dicampur dengan zeolit sebagai media pembawa. Penggunaan mikoriza efektif digunakan pada saat tanaman masih di persemaian, dimana akarnya belum mengalami penebalan. Pada kondisi seperti ini peluang mikoriza akan lebih besar untuk menginfeksi akar tanaman. Pemberian mikoriza diberikan dengan cara menaburkannya pada lubang sebelum penanaman, menempelkan pupuk/akar terinfeksi pada akar tanaman muda atau mencampur mikoriza pada tanah untuk pembibitan tanaman. Pada tanaman tebu misalnya, cara aplikasi pupuk mikoriza terbaik dengan cara dicampur dengan pupuk dasar (Anonimus,2005).

Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perlindungan tanaman dari pathogen akar dan unsur toksin. Strutur mikoriza dapat berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya pathogen akar. Terbungkusnya permukaan akar oleh mikoriza menyebabkan akar terhindar dari serangan hama dan penyakit. Infeksi patogen akar terhambat dan ditambah lagi mikoriza menggunakan semua kelebihan karbohidrat, sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok bagi pathogen. Dilain pihak, cendawan mikoriza ada yang dapat melepaskan antibiotik yang dapat mematikan pathogen (Anas, 1997 dalam Rinaldi, 2006).

Prinsip kerja dari mikoriza ini adalah mengkolonisasi sistem perakaran tanaman inang, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman yang mengandung mikoriza akan mampu meningkatkan kapasitas dalam penyerapan unsur hara. Secara umum manfaat yang diberikan dengan penggunaan pupuk hayati mikoriza adalah : 1). Meningkatkan serapan unsur hara tanaman, memperbaiki Nutrisi tanaman sehingga menghemat penggunaan pupuk. 2). Mikoriza dapat menghemat pupuk lebih kurang 50% kebutuhan P, 40% N, dan 25% K bagi tanaman. 3). Meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan. 4). Meningkatkan resistensi tanaman terhadap logam berat. 5).meningkatkan resistensi terhadap pathogen. 6). Aplikasi mikoriza cukup dilakukan satu kali saja yaitu pada saat tanam, karena mikoriza tetap berada diakar tanaman selama tanaman hidup (Husin, 2000).

Tanaman yang bermikoriza biasanya tumbuh lebih baik dari pada yang tidak bermikoriza, mikoriza dapat meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan beberapa unsur hara mikro. Selain itu mikoriza mampu untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dengan mempertinggi pengambilan unsur P. tanaman yang bermikoriza biasanya tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang tidak mikoriza (Fitter, 1995 ).

Tanaman yang bermikoriza akan terlihat bahwa akar-akar cabang membengkak karena termodifikasi oleh pemasukkan cendawan. Hal ini adalah akibat perubahan pada sel-sel kortek akar dan juga karena adanya mantel yang terdiri dari misilia cendawan yang membungkus akar. Benang-benang yang keluar dari kelubung atau mantel ini menembus epidermis dan kortek, sehingga tumbuh dan bercabang-cabang diantara sel-sel. Mikoriza ternyata amat berguna pada tanah yang mengandung bahan organik, cendawannya diduga merombak bahan organik dan dengan ini menjadikan nitrogen dan mineral tersedia bagi tumbuhan (Sutarmi, 1990). 

Berdasarkan struktur tumbuhnya dan cara infeksinya terhadap tanaman inang, mikoriza dapat dikelompokkan kedalam ektomikoriza dan endomikoriza. Ektomikoriza ciri-cirinya antara lain akar tanaman yang terinfeksi biasanya membesar dan bercabang serta tidak ditemukan rambut-rambut akar, karena umumnya permukaan akar tanaman akan diselimuti oleh miselia dari jamur ektomikoriza tersebut. Sedangkan endomikoriza mampu menginfeksi sampai kedalam akar tanaman, sehingga akar tanaman tidak membesar. Endomikoriza mempunyai struktur khusus yang disebut dengan arbuskula, sehingga dikenal dengan nama cendawan mikoriza arbuskula (CMA) (Husin, 2000)

Teknik pemberian mikoriza dengan berbagai cara antara lain: menggunakan tanah yang sudah mengandung mikoriza, menggunakan akar yang mengandung mikoriza, menggunakan miselia cendawan, dan menggunakan spora mikoriza yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul. Inokulum (bahan yang mengandung mikoriza) diberikan bersama pada waktu persemaian. Pada lahan yang sudah pernah diinokulasi dengan inokulum mikoriza, untuk penanaman berikutnya tidak perlu diinokulasi lagi, karena masih dapat bertahan untuk penelitian selanjutnya.

Rizki dan Liza Irdaningsih


Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning