Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Pasang dan Surut Air Laut

Pasang surut sering disingkat dengan pasut adalah gerakan naik turunnya permukaan air laut secara berirama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari. Matahari mempunyai massa 27 juta kali lebih besar dibandingkan dengan bulan, tetapi jaraknya sangat jauh dari bumi (rata-rata 149,6 juta km) sedangkan bulan sebagai satelit bumi berjarak (rata-rata 381.160 km). Dalam mekanika alam semesta jarak sangat menentukan dibandingkan dengan massa, oleh sebab itu bulan lebih mempunyai peran besar dibandingkan matahari dalam menentukan pasut. Secara perhitungan matematis daya tarik bulan lebih kurang 2,25 kali lebih kuat dibandingkan matahari (Nontji, 1987).
Perbedaan ketinggian permukaan antara pasang tinggi dan pasang rendah dikenal tinggi pasang (tidal range). Sifat khas dari naik turunnya permukaan air ini terjadi dua kali setiap hari sehingga terdapat dua periode pasang tinggi dan pasang rendah. Bentuk pasang semacam ini dinamakan sebagai ( semi diurnal tide), bahwa tinggi pasang makin lama makin naik sejak terjadi di hari pertama yanga kemudian akan mencapai tinggi maksimum pada hari ke keenam dan ketujuh. Kemudian akan turun lagi pada ketinggian minimum di hari yang keempat belas. Pasang yang mempunyai tinggi maksimun dikenal sebagai spring tide, sedangkan yang mempunyai tinggi minimum dikenal sebagai neap tide. Biasanya terjadi dua siklus lengkap setiap bulan yang berhubungan dengan fase bulan. Spring tide terjadi pada waktu bulan baru (new moon) dan bulan penuh (full moon). Sedangkan neap tide terjadi pada waktu perempatan bulan pertama dan perempatan bulan ketiga (Hutabarat dan Evans, 1985).

Pasang laut menyebabkan perubahan kedalaman perairan dan mengakibatkan arus pusaran yang dikenal sebagai arus pasang, sehingga perkiraan kejadian pasang sangat diperlukan dalam navigasi pantai. Wilayah pantai yang terbenam sewaktu pasang naik dan terpapar sewaktu pasang surut, disebut mintakat pasang, dikenal sebagai wilayah ekologi laut yang khas. Periode pasang laut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Panjang periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit. Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Rentang pasang laut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera (Musrifin, 2011).

Rizki ; Defri Novita Sari ; Irma Leilani
>

Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning