Selamat Datang di Web Rizki, S.Si., M.P., Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. Pembina mata kuliah Morfologi Tumbuhan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Biologi Umum, Ekologi Tumbuhan, Pengantar Laboratorium, dan Pengantar Bioteknologi. email: khi_bio@yahoo.com dan khibio3@gmail.com

Pupuk Organik Kascing (Feses cacing)

Kandungan bahan organik didalam tanah perlu dipertahankan agar jumlahnya tidak berkurang dan hal itu dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik, walaupun kandungan unsur hara didalam anorganik jauh lebih besar, namun hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk anorganik. Meskipun dalam jumlah yang kecil pupuk organik mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro (Jumun,2002)

Pupuk organik mempunyai fungsi yang penting yaitu untuk mengemburkan lapisan tanah permukaan (top soil), meningkatkan populasi jasad renik, mempertinggi daya serap dan daya simpan air, yang keseluruhannya dapat meningkatkan kesuburan tanah pula. Pupuk anorganik atau pupuk buatan yang merupakan hasil industri atau hasil dari pabrik-pabrik pembuat pupuk mengandung konsentrasi akan zat-zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, selain karena pupuk alam keadaan dan jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan, juga karena pupuk buatan sangat praktis dalam pemakaian (Sutedjo,1995).

Pemberian pupuk organik kedalam tanah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, biologis, salah satu pupuk organik tersebut adalah kascing (Zahid, 1994).

Pupuk Kascing (Fases Cacing Tanah)

Kascing (Tanah bekas cacing) sangat baik digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman karena banyak mengandung unsur hara seperti N, P, K. Semua kotoran ternak yang sudah matang merupakan jenis pakan yang berasal dari hewan, sedangkan limbah rumah tangga dan sampah kota merupakan campuran bahan-bahan yang dapat terdekomposisi menjadi bahan organik yang baik untuk pakan cacing tanah, setelah bahan organik dimakan maka dihasilkan pupuk organik. Pupuk organik tersebut lebih dikenal sebagai kascing (bekas cacing) yang bersifat netral dengan pH 6,5 – 7,4 dan komponen kimia yang terkandung di dalam kascing diantaranya ialah hormon tumbuh seperti giberelin, sitokinin, auksin dan unsur hara Nitrogen (N) 1,1-4,0%, Fosfor (P) 0,3-3,5%, Kalium (K) 0,2-2,%, belerang (S) 0,24-0,63%, Magnesium (Mg) 0,3-0,6%, Besi (FE) 0,4-1,6% Ca. Kascing mengandung unsur hara yang lengkap, sejumlah mikroorganisme yang bermanfaat dan juga mengandung hormon pengatur tumbuh. Kascing mempunyai kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi sehingga hara yang ada dalam kascing ini dapat cepat tersedia dan dapat dengan cepat diserap oleh akar tanaman (Palungkun,1999).

Kascing merupakan pupuk yang sangat baik bagi tanaman. Tanah yang diberi kascing kandungan unsur haranya akan lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang tidak diberi kascing kandungan unsur haranya akan lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang tidak diberi kascing, pemberian kascing dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman karena meningkatnya N,P,K dan PH tanah. Dengan pemberian kascing pada tanah dapat a). Meningkatkan pH tanah walaupun tidak sebesar dengan pemberian kapur, b). Meningkatkan N-total tanah, semakin tinggi taraf pemberian kascing semakin meningkat kandungan N-total tanah, serapan tertinggi pada taraf 22,5 ton ha-1, c). Meningkatkan kandungan K-dd tanah, semakin tinggi taraf kascing semakin tinggi K-dd tanah, serapan tertinggi pada taraf 22,5 ton/ha (Damayani,1999).

Rizki, Nurhadi dan Bambang Hermanto

Informasi Kesehatan

loading...

Informasi Terbaru

Web Learning